Kerapatan Adat Nagari (KAN) Barung-Barung Balantai menggelar prosesi Bakatik Adat Kaum Suku Tanjung, di Pelataran Parkir Pasar Baruna Belantai Kecamatan Koto XI Tarusan Pesisir Selatan, pada Rabu (2/4).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Anggota Komisi VIII DPR-RI Lisda Hendrajoni yang sekaligus Ketua TP-PKK Pesisir Selatan, serta anggota DPD RI Cerint Iralona Tasya.
Sejumlah ninik mamak dan tokoh masyarakat serta para perantau tampak hadir dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Kenagarian Barung-Barung Belantai.
Dalam sambutannya Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengapresiasi kegiatan Bakatik Adat, sebagai salah satu upacara adat yang kental nilai budaya dan pesan moral adat budaya Minangkabau.
“Saya sangat bangga dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat barung balantai, guna mengikuti dan menyaksikan secara langsung tradisi Bakatik Adat yang kaya akan nilai budaya dan keislaman. Saya mengapresiasi Kerapatan Adat Nagari barung-barung Belantai yang terus menjaga kelestarian budaya Bakatik Adat ini, setiap tahunnya,” ujar Hendrajoni dalam sambutannya.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Barung-Barung Belantai, Hemaidi Datuak Indo Rajo Laut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Pesisir Selatan yang telah mendukung secara kegiatan ini, baik secara moril maupun materil.
Kegiatan Bakatik Adat tahun ini merupakan yang ke -112 kali digelar, serta diharapkan kedepan menjadi ikon pariwisata budaya di di Pesisir Selatan.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Pesisr Selatan dalam hal ini Bupati Bapak Hendrajoni, yang telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan ini. Kami berharap Bakatik adat ke 112 ini dan seterusnya dapat menjadi Ikon Pariwisata dan Budaya di Pesisir Selatan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan dari masyarakat Koto XI Tarusan, terkait pembangunan sejumlah prasana pertanian dan infrastruktur yang rusak diterjang oleh banjir tahun lalu.
Kegiatan Bakatik Adat merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan setiap tahun di Kenagarian Barung-Barung Belantai dalam menyambut hari besar seperti Idul Fitri.
Kegiatan tersebut diisi dengan penampilan seni dan kebudayaan seperti tari-tarian, ditutup dengan penyampaian pesan moral, adat serta nilai keislaman oleh “Katik” (Khatib).